PEKANBARU — Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau, pada Senin (24/8/2026) untuk memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penanganan karhutla setelah sebelumnya Presiden meninjau kondisi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Pemerintah memastikan penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan berbagai sumber daya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah telah memperkuat operasi pemadaman, antara lain melalui penambahan helikopter untuk operasi water bombing. Personel darat dari TNI, Polri, dan Manggala Agni juga dikerahkan, sementara fasilitas kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang disampaikan pemerintah, terdapat 2.894 titik panas yang tersebar di 10 provinsi di Sumatera. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi sebanyak 1.410 titik, disusul Riau 480 titik dan Jambi 425 titik. Luas lahan yang terbakar di 10 provinsi tersebut sepanjang 2026 tercatat mencapai 36.047,64 hektare.
Selain pemadaman, pemerintah turut memantau kondisi kualitas udara. Pekanbaru tercatat memiliki AQI 225 atau berada dalam kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, AQI di Jambi mencapai 187 dan Palembang 180.
Pemerintah juga menegaskan aspek penegakan hukum dalam penanganan karhutla. Aparat telah melakukan penyelidikan terhadap sejumlah area konsesi perusahaan yang terbukti terbakar atau dinilai lalai menjaga lahannya.
Melalui kunjungan ke Riau, pemerintah menempatkan penghentian perluasan kebakaran, pencegahan titik api baru, serta perlindungan masyarakat dari dampak asap sebagai prioritas utama. Penanganan karhutla di Sumatera disebut menjadi bagian dari upaya nasional yang dilakukan secara berkelanjutan.
